LPPM UNIMED Bina Dosen dalam Menyusun Artikel Berskala Internasional Scopus

0
Share

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan mengadakan kegiatan pembinaan Dosen dalam menyusun Artikel Berskala Internasional Scopus pada Rabu (17/11). Kegiatan ini menghadirkan narasumber yang ahli yaitu Prof. Dr.Syawal Gultom, M.Pd dan Prof. Juhriyansyah Dalle, S.Pd., S.Si., M.Kom., Ph.D. Dan dihadiri oleh Rektor Unimed Dr. Syamsul Gultom, SKM., M.Kes. beserta Wakil Rektor, Dekan, Ketua Lembaga dan Dosen yang ada di lingkungan Unimed.

Rektor Unimed Dr. Syamsul Gultom, mengatakan pada pembukaan seminar “Saya sungguh sangat mengapresiasi kegiatan kita ini dan berharap akan ada gerakan baru yang dilakukan oleh para dosen melalui LPPM dalam meningkatkan kualitas dan mutu publikasi di jurnal-jurnal nasional dan internasional bereputasi. Untuk jurnal nasional tentu jurnal yang terakreditasi SINTA dan jurnal internasional yang terindeks Scopus dan WoS. Gerakan masiv yang dapat dilakukan oleh LPPM dengan memberikan wadah khusus di LPPM, untuk memberikan pembinaan dan pendampingan bagi dosen-dosen Unimed agar percaya diri dan mampu merancang hasil temuan penelitian dan pengabdian pada masyarakatnya untuk tembus di jurnal-jurnal nasional dan internasional bereputasi scopus/wos,”.

Lanjut Rektor, Selain itu juga didukung oleh lahirnya diskusi-diskusi kelompok kecil di masing-masing Prodi dan Fakultas, yang fokusnya merancang publikasi karya ilmiah dosen untuk tembus di jurnal-jurnal bereputasi internasional. Kita harus optimis dengan serius dan memiliki komitmen bersama untuk maju dan memberdayakan secara optimal dosen-dosen Unimed yang hasil publikasinya sudah cukup bagus di jurnal-jurnal internasional bereputasi, tentu akan ada perubahan yang bermakna untuk kemajuan kampus kita tercinta. Kami akan serius memberikan dukungan dan kebijakan agar harapan kita bersama ini dapat kita wujudkan dalam karya nyata. Sehingga kita sama-sama bersinergi dalam mewujudkan dan mendorong dosen-dosen Unimed untuk meningkatkan publikasi karya ilmiahnya di jurnal-jurnal internasional bereputasi scopus/wos.

Prof. Dr.Syawal Gultom, M.Pd mengatakan bicara inovasi, inovasi sekarang ini sangat di tunggu-tunggu oleh unimed dan inovasi yang di gagas di level nasional itulah yang menjadi pegangan bagi Unimed. Kalau dulu kita bicara knowledge adoption, knowledge production, dan hal yang paling baru adalah knowledge as a navigation. Kalau knowledge as a navigation orang-orang tidak mungkin bertindak tidak objektif, tidak mungkin melanggar hukum. Jadi knowledge akan digunakan sebagai navigasi.

Prof. Juhriyansyah Dalle, S.Pd. S.Si. M.Kom. Ph.D, sebagai narasumber menyampaikan publikasi hasil penelitian melalui tulisan dalam bentuk jurnal menjadi keharusan. Hasil penelitian biasanya disebarluaskan melalui jurnal. Jurnal ilmiah sendiri merupakan terbitan nasional dan ada pula yang dikeluarkan oleh pihak internasional atau disebut jurnal internasional. Kegagalan dalam publikasi internasional bereputasi memiliki dua kriteria yaitu kriteria jurnal dan aturan penulisan di jurnal internasional bereputasi saat ini masih banyak yang belum dipahami. Kedua masih sangat banyak tulisan yang tidak bisa diterima atau terpublikasi karena belum sesuai kaidah yang dipersyaratkan oleh jurnal internasional bereputasi. (Humas Unimed/dv)