LEMLIT Unimed Dorong Dosen untuk Pencapaian TKT

0
Share

Lembaga Penelitian (LEMLIT) Universitas Negeri Medan mengadakan kegiatan “Workshop Penyusunan Pencapaian TKT (Tingkat Ketercapaian Teknologi) Penelitian diruang sidang VIP Digital Library lantai 4 Rabu (31/10/2018).

Workshop ini di ikuti oleh 150 dosen yang terdiri dari peneliti DRPM di lingkungan Unimed. Hadie sebagai narasumber Prof. Dr. Saryono Sikumbang, M.Si, dari Universitas Riau yang merupakan Riviewer penelitian di Kemenristekdikti, dan Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, Rektor Unimed, sedangkan selaku moderator yakni Dr. Makmur Sirait, M.Si.
Turut hadir dalam acara dari unsur pimpinan Wakil Rektor II Dr. Restu M.S., Wakil Rektor IV Prof. Drs. Manihar Situmorang M.Sc, Ph.D., Dekan di lingkungan Unimed, Ketua LPM Dr. Kustoro Budiarta, M.E.

Ketua LEMLIT Prof. Drs. Motlan M.Sc. Ph.D, dalam sambutannya mengatakan penyusunan pencapaian TKT merupakan cara atau metode serta proses atau produk yang dihasilkan dari nilai bagi pemenuhan kebutuhan, kelangsungan dan peningkatan mutu kehidupan manusia yang dihasilkan dari produk suatu penelitian. Beliau menyampaikan pendidikan dan pengembangan pendidikan diharapkan dapat memajukan kehidupan manusia di semua bidang sebagai bukti manfaat dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti. Melalui kegiatan ini kita harapkan para peneliti dapat lebih fokus untuk pencapaian TKT dalam penelitiannya, ujarnya.

Lanjut Prof. Motlan, TKT itu merupakan wujud dari tingkat kondisi kematangan atau kesepterapan suatu hasil penelitian dan pengembangan teknologi tertentu yang diukur secara sistematis dengan tujuan untuk dapat diadopsi oleh pengguna, baik oleh pemerintah, industri maupun masyarakat.

Sementara Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom M.Pd dalam arahannya menyampaikan, Workshop Penyusunan Pencapaian TKT ( Tingkat Ketercapaian Teknologi) Penelitian ini diharapkan menghasilkan suatu hal yang haru dalam pengukuran dan penetapan tingkat kesiapterapan teknologi, agar dapat digunakan dalam pengambil kebijakan untuk merumuskan, melaksanakan, dan mengevaluasi program riset dan pengembangan. Kemudian juga untuk pelaku kegiatan dalam menentukan tingkat kesiapterapan teknologi untuk dimanfaatkan dan diadopsi, juga dapat digunakan dalam memanfaatkan hasil riset dan pengembangan hasil penelitian.

Lanjut Prof. Syawal, kegiatan ini kita harapkan dapat bermanfaat dalam menjawab berbagai permasalahan yang berkaitan dengan tantangan yang kita hadapi dalam revolusi industri 4.0, agar kemampuan dan keterampilan dosen/peneliti Unimed melalui penelitiannya akan dapat meningkatkan daya saing Unimed dalam penyebarluasan temuan penelitian yang dibutuhkan oleh masyarakat, dunia industri dan pemerintah. Sehinga melalui kegiatan ini dosen-dosen Unimed akan lebih fokus dalam merancang penelitiannya untuk diarahkan bagi kebermanfaatan produk penelitiannya bagi pengguna langsung, tutup Prof. Syawal.

Prof. Dr. Saryono Sikumbang, M.Si, dalam paparannya menyampaikan, TKT ini merupakan ukuran yang menunjukkan tahapan atau tingkat kematangan atau kesiapan teknologi pada skala 1-9, yang mana antara tingkat dengan yang lain saling terkait dan menjadi landasan bagi tingkatan mutunya. Kondisi kematangan atau kesiapterapan suatu hasil penelitian dan pengembangan teknologi tertentu yang diukur secara sistematis dengan tujuan untuk dapat diadopsi oleh pengguna, baik oleh pemerintah, industri maupun masyarakat. Pemerintah berharap agar hasil penelitian dosen dapat membantu pemetaan kesiapterapan teknologi, mengevaluasi pelaksanaan program atau kegiatan riset dan pengembangan, mengurangi resiko kegagalan dalam pemanfaatan teknologi dan meningkatkan pemanfaatan hasil riset dan pengembangan.